ANNOUNCEMENT

Dear our beloved readers.
For the better experience, we suggest you to use "Desktop Site" when you're using mobile phone. Thank you in advance.

10 November 2013

Cokelat itu Menyehatkan

Cokelat adalah sebutan untuk hasil olahan makanan atau minuman dari biji kakao(Theobroma cacao).[1] Cokelat pertama kali dikonsumsi oleh penduduk Mesoamerika kuno sebagai minuman.[1]
Cokelat umumnya diberikan sebagai hadiah atau bingkisan di hari raya. Dengan bentuk, corak, dan rasa yang unik, cokelat sering digunakan sebagai ungkapan terima kasih, simpati, atau perhatian bahkan sebagai pernyataan cinta. Cokelat juga telah menjadi salah satu rasa yang paling populer di dunia, selain sebagai cokelat batangan yang paling umum dikonsumsi, cokelat juga menjadi bahan minuman hangat dan dingin.

Cokelat dihasilkan dari kakao (Theobroma cacao) yang diperkirakan mula-mula tumbuh di daerah Amazon utara sampai ke Amerika Tengah. Mungkin sampai ke Chiapas, bagian paling selatan Meksiko. Orang-orang Olmec memanfaatkan pohon dan, mungkin juga, membuat “cokelat” di sepanjang pantai teluk di selatan Meksiko. Dokumentasi paling awal tentang cokelat ditemukan pada penggunaannya di sebuah situs pengolahan cokelat di Puerto Escondido, Honduras sekitar 1100 -1400 tahun SM [2]. Residu yang diperoleh dari tangki-tangki pengolahan ini mengindikasikan bahwa awalnya penggunaan kakao tidak diperuntukkan untuk membuat minuman saja, namun selput putih yang terdapat pada biji kokoa lebih condong digunakan sebagai sumber gula untuk minuman beralkohol.
Residu cokelat yang ditemukan pada tembikar yang digunakan oleh suku Maya kuno di Río Azul, Guatemala Utara, menunjukkan bahwa Suku Maya meminum cokelat di sekitar tahun 400 SM. Peradaban pertama yang mendiami daerah Meso-Amerika itu mengenal pohon “kakawa” yang buahnya dikonsumsi sebagai minuman xocolātl yang berarti minuman pahit. Menurut mereka, minuman ini perlu dikonsumsi setiap hari, entah untuk alasan apa. Namun, tampaknya cokelat juga menjadi simbol kemakmuran.
Cara menyajikannya pun tak sembarangan. Dengan memegang wadah cairan ini setinggi dada dan menuangkan ke wadah lain di tanah, penyaji yang ahli dapat membuat busa tebal, bagian yang membuat minuman itu begitu bernilai. Busa ini sebenarnya dihasilkan oleh lemak kokoa (cocoa butter) namun kadang-kadang ditambahkan juga busa tambahan. Orang Meso-Amerika tampaknya memiliki kebiasaan penting minum dan makan bubur yang mengandung cokelat.
Biji dari pohon kakao ini sendiri sangat pahit dan harus difermentasi agar rasanya dapat diperolah. Setelah dipanggang dan dibubukkan hasilnya adalah cokelat atau kokoa. Diperkirakan kebiasaan minum cokelat suku Maya dimulai sekitar tahun 450 SM - 500 SM. Konon, konsumsi cokelat dianggap sebagai simbol status penting pada masa itu. Suku Maya mengonsumsi cokelat dalam bentuk cairan berbuih ditaburi lada merahvanila, atau rempah-rempah lain. Minuman Xocoatl juga dipercaya sebagai pencegah lelah, sebuah kepercayaan yang mungkin disebabkan dari kandungan theobromin di dalamnya.
Ketika peradaban Maya klasik runtuh (sekitar tahun 900) dan digantikan oleh bangsa Toltec, biji kokoa menjadi komoditas utama Meso-Amerika. Pada masa Kerajaan Aztec berkuasa (sampai sekitar tahun 1500 SM) daerah yang meliputi Kota Meksiko saat ini dikenal sebagai daerah Meso-Amerika yang paling kaya akan biji kokoa. Bagi suku Aztec biji kokoa merupakan “makanan para dewa”(theobroma, dari bahasa Yunani). Biasanya biji kokoa digunakan dalam upacara-upacara keagamaan dan sebagai hadiah.
Cokelat juga menjadi barang mewah pada masa Kolombia-Meso Amerika, dalam kebudayaan mereka yaitu suku MayaToltec, danAztec biji kakao (cacao bean) sering digunakan sebagai mata uang [3]. Sebagai contoh suku Indian Aztec menggunakan sistem perhitungan dimana satu ayam turki seharga seratus biji kokoa dan satu buah alpukat seharga tiga biji kokoa [4]
Sementara tahun 1544 M, delegasi Maya Kekchi dari Guatemala yang mengunjungi istana Spanyol membawa hadiah, di antaranya minuman cokelat.
Cokelat cair.
Di awal abad ke-17, cokelat menjadi minuman penyegar yang digemari di istana Spanyol. Sepanjang abad itu, cokelat menyebar di antara kaum elit Eropa, kemudian lewat proses yang demokratis harganya menjadi cukup murah, dan pada akhir abad itu menjadi minuman yang dinikmati oleh kelas pedagang. Kira-kira 100 tahun setelah kedatangannya di Eropa, begitu terkenalnya cokelat di London, sampai didirikan “rumah cokelat” untuk menyimpan persediaan cokelat, dimulai di rumah-rumah kopi. Rumah cokelat pertama dibuka pada1657.
Pada tahun 1689 seorang dokter dan kolektor bernama Hans Sloane, mengembangkan sejenis minuman susu cokelat di Jamaika dan awalnya diminum oleh suku apothekari, namun minuman ini kemudian dijual oleh Cadbury bersaudara [5].
Semua cokelat Eropa awalnya dikonsumsi sebagai minuman. Baru pada 1847 ditemukan cokelat padat. Orang Eropa membuang hampir semua rempah-rempah yang ditambahkan oleh orang Meso-Amerika, tetapi sering mempertahankan vanila. Juga mengganti banyak bumbu sehingga sesuai dengan selera mereka sendiri mulai dari resep khusus yang memerlukan ambergris, zat warna keunguan berlilin yang diambil dari dalam usus ikan paus, hingga bahan lebih umum seperti kayu manis atau cengkeh. Namun, yang paling sering ditambahkan adalah gula. Sebaliknya, cokelat Meso-Amerika tampaknya tidak dibuat manis.
Cokelat Eropa awalnya diramu dengan cara yang sama dengan yang digunakan suku Maya dan Aztec. Bahkan sampai sekarang, cara Meso-Amerika kuno masih dipertahankan, tetapi di dalam mesin industri. Biji kokoa masih sedikit difermentasikan, dikeringkan, dipanggang, dan digiling. Namun, serangkaian teknik lebih rumit pun dimainkan. Bubuk cokelat diemulsikan dengan karbonasi kaliumatau natrium agar lebih mudah bercampur dengan air (dutched, metode emulsifikasi yang ditemukan orang Belanda), lemaknya dikurangi dengan membuang banyak lemak kokoa (defatted), digiling sebagai cairan dalam gentong khusus (conched), atau dicampur dengan susu sehingga menjadi cokelat susu (milk chocolate).



Rasa cokelat masih sulit didefinisikan. Dalam bukunya Kaisar Cokelat (Emperors of Chocolate), Joel Glenn Brenner menggambarkan riset terkini tentang rasanya. Menurutnya rasa cokelat tercipta dari campuran 1.200 macam zat, tanpa satu rasa yang jelas-jelas dominan. Sebagian dari zat itu rasanya sangat tidak enak kalau berdiri sendiri. Karenanya, sampai kini belum ada rasa cokelat tiruan.
Efek psikologis yang terjadi saat menikmati cokelat dikarenakan titik leleh lemak kokoa ini terletak sedikit di bawah suhu normal tubuh manusia. Sebagai ilustrasi, bila anda memakan sepotong cokelat, lemak dari cokelat tersebut akan lumer di dalam mulut. Lumernya lemak kokoa menimbulkan rasa lembut yang khas dimulut, riset terakhir dari BBC mengindikasikan bahwa lelehnya cokelat di dalam mulut meningkatkan aktivitas otak dan debaran jantung yang lebih kuat daripada aktivitas yang dihasilkan dari ciuman mulut ke mulut, dan juga akan terasa empat kali lebih lama bahkan setelah aktivitas ini berhenti.

Manfaat Memakan Cokelat :
1. Mencegah penyakit jantung
Sebuah cokelat bar dapat membantu Anda untuk mencegah penyakit jantung karena mengandung beberapa bahan kimia yang membuat sistem kardiovaskular Anda berjalan lancar. Terutama dark chocolate dapat mengurangi risiko serangan jantung dengan prosentase hampir 50% dan penyakit koroner sebesar 10%. Jadi bukan sebuah masalah mengkonsumsi sebuah bar atau sepotong cokelat sehari-hari!
2. Menurunkan tekanan darah
Sama seperti sayuran yang memiliki warna yang gelap, coklat juga memiliki sifat dan manfaat yang mirip. Coklat mengandung flavonoid yang merupakan antioksidan. Antioksidan membantu menurunkan tekanan darah Anda dengan memproduksi oksida nitrat. Hal ini juga menyeimbangkan hormon dalam tubuh Anda.
3. Menurunkan kolesterol
Makan coklat juga membantu Anda dalam menurunkan kolesterol jahat alias LDL. Disamping menurunkan LDL cokalt juga meningkatkan kolesterol baik atau HDL.
4. Anti depresan
Coklat bisa menjadi teman Anda ketika mengalami masalah dan sedang down. Hal ini karena cokelat mengandung serotonin yang merupakan anti depresan alami.
5. Kandungan lemak rendah
Cocoa powder yang merupakan bahan utama dalam coklat rendah lemak. Jadi Anda tak perlu khawatir dalam mengkonsumsi coklat dalam masalah berat badan. Namun hal ini bisa berubah ketika Anda mengkonsumsi dengan jumlah yang besar.
6. Meningkatkan sirkulasi darah
Flavonoid, seperti yang disebutkan sebelumnya, hadir dalam cokelat dan mereka juga membantu dalam meningkatkan sirkulasi darah selama 2-3 jam setelah Anda mengkonsumsinya. Dengan melebarkan pembuluh darah di otak, flavonoid meningkatkan aliran darah.
7. Menghindari kelelahan kronis
Kelelahan kronis merupakan ancaman bagi kesehatan dan kebahagiaan seseorang. Penyakit ini menyebakan sakit kepala, tubuh nyeri, jantung dan masalah pernapasan. Tapi makan sekitar 50 gram sehari-hari coklat membantu untuk menghindari sindrom kelelahan kronis. Jika seseorang sudah menderita sindrom ini, cokelat membantu dalam memeranginya juga.
8. Menghambat penuaan
Keuntungan lain dari mengkonsumsi cokelat adalah bahwa hal itu membantu dalam menghambat penuaan. Hal ini dapat menghambat kerutan prematur atau garis yang menunjukkan penuaan di wajah. Coklat mengandung antioksidan alami untuk menundanya.
9. Coklat meningkatkan kesehatan mata.
Dengan mengonsumsi coklat maka kita bisa mendapatkan manfaat meningkatnya kesehatan mata kita. Hal ini dikarenakan aliran darah yang menuju ke retina meningkat dengan baik dan dapat membantu memperbaiki penglihatan dan kekuatan mata kita.
10. Coklat mengurangi risiko kanker.
Kakao, atau coklat, mengandung antioksidan yang menghentikan pertumbuhan kanker, dengan menyebabkan protein tertentu dalam tubuh untuk menonaktifkan bagian-bagian yang menghasilkan sel-sel tumor. Cukup baik bukan?
11. Coklat meningkatkan produksi insulin alami.
Dengan mengonsumsi coklat, maka kita sama saja dengan meningkatkan produksi insulin secara alami. Hal ini juga membantu menurunkan resiko terkena diabetes lho. Dengan mengonsumsi coklat kita juga mebdapatkan energy tambahan untuk beraktifitas kembali.
12. Coklat dapat menghaluskan kulit.
Flavanols yang terdapat pada coklat bisa melindungi kita dari sinar UV, menjaga kelembaban kulit kita dan menjaganya untuk tetap bersinar. Coklat juga membantu mempertahankan elastisitas kulit dan meremajakan sel-sel kulit kita lo kawan. Jadi bintik-bintik hitam, kulit kasar akan jauh dari kulit yang kita punya.
13. Coklat membantu kita untuk menurunkan berat badan.
Coklat bukan hanya memberikan efek senang akan tetapi juga dapat membantu dalam program diet yang ingin anda lakukan. Coklat yang kaya akan serat seperti halnya roti, gandum dan buah dapat membantu kamu untuk diet.
14. Coklat sangat baik untuk Kesehatan Otak
Kamu mungkin akan kaget kalau coklat juga bisa bikin cerdas lho. Coklat yang bisa membuat syaraf-syaraf kita rileks dapat membantu system kerja otak yang bekerja untuk mengontrol semua organ. Termasuk rasa senang yang akan membuat anda enjoy untuk beraktifitas.
Manfaat Bagi Kecantikan :
1. Scrub 
Anda bisa menggunakan cokelat bubuk dengan susu serta yoghurt untuk membuat scrub. Scrub ini bisa membersihkan dan mencerahkan kulit dan mengganti sel kulit mati. Bubuk cokelat juga bisa dilelehkan sebelumnya atau saat dicampur dengan susu. Aplikasikan scrub cokelat ini pada wajah dan leher yang basah. Oleskan scrub searah jarum jam atau berlawanan selama 10 menit. Lalu diamkan cukup dalam 5 menit dan basuh dengan air dingin. 

2. Anti-ageing 
Kita semua tentu tak ingin ada garis halus terlihat pada wajah. Dan ternyata cokelat juga bermanfaat untuk melawan penuaan kulit. Dark chocolate mengandung flavonoid yang meningkatkan elastisitas kulit dan mencegah penuaan. Lelehkan cokelat dalam susu lalu pijatkan pada kulit. Lakukan dua atau tiga kali dalam seminggu untuk mencegah munculnya garis-garis halus.

3. Pencerah kulitManfaat cokelat bagi kecantikan yang paling dikenal yaitu untuk facial. Cokelat yang lezat itu bisa mencerahkan kulit. Anda bisa mencampurkan cokelat bubuk dengan susu, madu, dan oatmeal. Aplikasikan pada wajah dan leher. Lalu diamkan selama 15-20 menit. Basuh dengan air dingin untuk dapatkan kulit yang segar, bersih, dan cerah dalam beberapa minggu.

4. Detoksifikasi kulitCokelat bubuk saat dicampurkan dengan kafein akan menjadi produk kecantikan terbaik untuk detoksifikasi kulit. Pijat kulit dengan campuran cokelat dan kafein itu untuk membersihkan kulit yang berminyak dan kusam.

5. Penggelapan kulit 
Kerusakan kulit sering kali terjadi akibat terpaan sinar matahari. Lindungi kulit dari sinar UV dengan mengaplikasikan cokelat. Komposisi kecantikan ini mengandung flavonoid dan antioksidan yang melembutkan dan mencegah penggelapan kulit.

Begitu banyak manfaat dari coklat ini. Bukan hanya manis, tapi ternyata dapat menyehatkan tubuh kitakan ?
Sumber : Dari Berbagai Sumber yang Admin Rangkum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar